mau cerita tentang sifat-sifat yang harus kita miliki, jadi dengerin baik-baik, ya! 

1) Berbakti kepada Orang Tua
   Sifat dari seorang anak yang shaleh juga adalah seorang yang berbakti kepada orang tua. Anak shaleh adalah seorang anak yang selalu mendengarkan segala yang diperintahkan oleh orang tuanya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa kita harus berbakti kepada orang tua kita, khususnya kepada ibu. Dalam surat Lukman ayat 14, “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Mu lah aku kembali.” 
 2) Jujur

   Adik-adik, apakah di antara adik-adik ada yang suka pada teman-teman yang berdusta? Tidak ada, ya… Kita pasti akan merasa kesal kalau kita dibohongi dan didustai oleh teman kita. Misalnya ada seorang teman kita yang mengajak kita belajar bersama. Karena dia adalah seorang teman, maka kita mempercayainya dan kita udah bersiap-siap. Eh ternyata, ia malah berbohong… gimana kita ngga jadi BT ‘n sebal karena teman kita berbohong, padahal kita mungkin udah minta izin sama ortu kita, udah nyiapin buku-buku, dan yang lainnya. Jadi, kalo yang namanya ngebohong atau dusta ama temen, ortu, atau siapa aja itu ngga boleh, ya! Pokoknya ngga boleh titik. Di sini siapa yang suka jujur? Kejujuran itu harus kita miliki, ya! Tahu ngga kalo Rasulullah SAW itu dijuluki Al-Amin, yaitu seorang yang dapat dipercaya. Beliau dipercaya bahkan oleh orang kafir sekalipun. Tahu cerita tentang Hajar Aswad, di mana Rasulullah menjadi orang yang menyelesaikan masalah. Bayangkan… seorang anak muda menjadi seorang yang dipercaya oleh saudaranya.
   Kita harus jujur dalam perkataan dan perbuatan kita karena dengan seperti itu, kita bisa dipercaya oleh orang lain, seperti orang tua kita, teman kita, dan orang yang percaya kepada kita. Kalau kita sedang ulangan, maka kita harus mengerjakan dengan jujur, gak boleh mencontek, yakh!!
   Kita juga harus jujur kepada Allah SWT. Ada cerita tentang seorang santri yang begitu disayang oleh gurunya sampai-sampai santri-santri yang lain iri sama santri tersebut. Lalu guru itu mengetes semua santrinya dengan menyuruh semua santri itu agar menyembelih burung di mana tidak ada yang tahu tentang hal itu. Semuanya kembali setelah menyembelih burung tersebut, kecuali santri tersebut. Lalu ia ditanya oleh guru tersebut kenapa ia tidak menyembelihnya. Lalu ia menjawab bahwa bagaimana ia bisa membunuh burung tersebut kalau Allah ada di mana-mana. Nah… ini yang disebut dengan jujur kepada Allah.
   Selain itu, kita juga harus jujur kepada diri sendiri dan orang lain. Janganlah kita berbohong kepada diri sendiri. Katakanlah yang benar itu benar dan salah itu salah agar kita mendapat pahala dari Allah.


3) Kasih Sayang kepada Seorang Muslim

   Nah… sekarang kakak mau bertanya kepada adik-adik. Bisakah kita hidup sendiri? Ayo… siapa yang mau jawab?? Ya… semua pasti membutuhkan seorang teman. Karena tanpa seorang teman maka kita akan sendiri di dunia ini. Orang tua kita membimbing, mengasuh, dan membesarkan kita. Berarti kita tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain.
   Nah, adik-adik… coba perhatikan diri sendiri. Ternyata tidak ada anggota-anggota tubuh yang berdiri sendiri. Jari kita menempel dengan tangan kita. Bagaimana kalau tidak ada tangan kita? Trus, kita juga punya mata. Bagaimana kalau kita tidak mempunyai mata untuk melihat. Kalau kita tidak punya teman, bagaimana kita bisa belajar bersama, bermain bersama, dan bercanda bersama? Maka kita haruslah menyayangi teman kita karena tanpa teman, bagaimana kita bisa hidup di dunia yang lengang dan sepi.
   Kewajiban kita sebagai seorang teman di antaranya adalah : (1) saling membantu antarteman, artinya adik-adik harus membantu teman yang lagi dalam kesulitan. Tapi jangan membantu dalam hal yang dilarang oleh agama kita, ya! (2) kita tidak boleh menyakiti teman-teman kita. Kalau adik-adik dicubit atau diejek/dihina, gimana rasanya? Pasti rasanya tidak enakeun, sebel, dan nge-BT-in. (3) memaafkan teman kita kalau melakukan kesalahan. (4) memberi dan menjawab salam karena dengan salamnya maka kita dapat mengikatkan persaudaraan antarsaudara atau teman kita.

4) Cerdas

Apakah seorang anak yang shaleh harus cerdas? (bagaimana adik-adik?) Seorang anak muslim haruslah seorang anak yang cerdas karena dengan kecerdasan tersebut maka kita dapat berprestasi. Kalau kita berprestasi, maka siapa tidak akan bangga dengan kita karena dengan kecerdasan kita dapat dihargai oleh seseorang. Dalam ayat dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah akan meningkatkan derajat orang yang berilmu beberapa tingkatan.

5) Sabar

   Seorang anak muslim harus selalu sabar karena kesabaran adalah separuh dari keimanan yang kita punya. Kesabaran kita terbagi atas beberapa hal, yaitu sabar terhadap ketaatan, sabar terhadap kemaksiatan, dan sabar terhadap cobaan yang kita alami.
   Sabar terhadap ketaatan artinya kita selalu berusaha untuk selalu taat kepada Allah dalam segala keadaan yang kita rasakan. Contohnya, kalau kita lagi bosen atau BT, kita jangan pernah meninggalkan shalat.
   Sabar terhadap kemaksiatan artinya janganlah kita melakukan kemaksiatan dan selalu berusaha selalu menghindari kemaksiatan karena Allah pasti akan meminta pertanggungjawaban atas maksiat yang telah kita lakukan. Kalian mau ngga diberi siksa oleh Allah? (Gak mau khan??) Karena itu, jangan pernah melakukan dosa, ya!!
   Tahu ngga kalau Allah sering memberi kita kesusahan, misalnya aja ulangan kita mendapat nilai jelek atau kita punya masalah dengan teman kita. Kita harus sabar dengan apa yang kita alami karena dibalik segala kesulitan, kita akan merasakan kemudahan dan pasti ada hikmah di setiap kejadian yang kita hadapi. (Bener ngga, adik-adik?)
   Udah dulu , ya ceritanya. Ada yang mau bertanya???