Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Wah kalimat awal nya aja udah seperti itu..emm pasti postingan ini ga jauh jauh dari open source, lipi, seminar, dan seabrek pemikiran tentang open source..hiiii..hii

Menghadapi kemajuan teknologi termasuk dalam teknologi Informasi yang begitu cepat dan pesat khususnya megenai sistem oprasi dan beberapa program aplikasi yang biasa kita sebut dengan open source. Open source sendiri di Indonesia lebih cenderung ke Linux, entah istilah itu benar atu tidak tapi pemikiran seperti itu telah melekat erat di beberapa kalangan baik akademisi, instansi atau umum ( padahal open source ada banyak lho… misalnya aja open office ). Sebenarnya menggunakan software open source lebih menguntungkan di banding dengan software lain dari segi keamanan – legal- ( mengingat di negara ini software yang digunkan di komputer komputer banyak yang bajakan hayooo..ngaku aja), selain itu mengunakan open source bisa meningkatkan kemampuan dan kreatifitas karena user bisa mengutak atik program nya sendiri.

Masa depan open source di Indonesia, sepertinya butuh perjuangan, kerja keras dan waktu yang lama untuk menjadikannya sebuah prioritas software, saat ini baru sedikit sekali user yang mengunakan open source katakan saja sistem oprasi seperti Linux, kalangan akademisi juga baru sebagian kecil yang mengunakan dengan alasan open source sulit dipelajari, membingungkan, sistemnya tidak stabil dan lain lain, hal ini membuat keenganan bagi sebagian besar orang unntuk mempelajari dan mengunakan open source lebih lanjut.

Sedangkan di departemen departemen pemerintahan sudah pasti windows lah yang” berkuasa”, walaupun sebagian besar adalah windows bajakan dan beberapa program aplikasi lain yang juga bajakan hal ini sudah sangat wajar, sepertinya merubah pola ini dan mengantinya dengan software open source bukanlan pekerjaan mudah jika di ibaratkan bagaikan “membalik telapak gajah” bisa dibyangkan bukan betapa sulitnya. Terlebih lagi beberapa aplikasi kantor hanya jalan di windows misalnya aplikasi keuangan dan kepegawaian yang digunakan dibeberapa instansi.

Sedangkan di BUMN yang saya tahu baru Pegadaian saja yang mengunakan open source ( mengunkan linux ) sebagai sistem oprasi tetapi banyak juga karyawan yang mengeluh dengan hal ini karena ada beberapa masalah yang timbul misalnya saat melakukan perintah print dengan printer yang di share, dan disaat bersamaan ada lebih dari 1 user yang melakukan print, hal ini biasanya menyebakan sistem error.

Hal hal di atas hanya sedikit gambaran open source di Indonesia, saat ini sepertinya open source masih di anak tirikan, di masa depan mungkin open source bisa menjadi “raja” dengan catatan harus lebih mudah digunakan dari pada software yang ada saat ini, kestabisan aplikasi dan sistem oprasi yang baik, fleksibel dan portable dalam artian dapat berjalan di platform mana saja, mudah dan tidak merepotkan, dengan beberapa perbaikan lambat laun dimasa depan kemungkinan open source bisa memasyarakat.